1. Prasangka
Prasangka adalah sebuah perasaan negatif atau tidak suka bahkan kadangkala cenderung benci. Kecenderungan tindakan yang menyertai prasangka biasanya keinginan untuk melakukan diskriminasi, melakukan pelecehan verbal seperti menggunjing, dan berbagai tindakan negatif lainnya. Prasangka negatif dapat menyebabkan timbulnya sifat saling iri dan dengki. Sehingga akan merusak hubungan baik terhadap satu sama lain.
Contoh prasangka
Terjadinya persaingan dalam lingkungan pekerjaan atau suatu kelompok.
2. Diskriminasi
Diskriminasi adalah pelecehan atau pengucilan yang langsung ataupun tak langsung didasarkan pada perbedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, dan sebagainya yang menyangkut dengan perbedaan pemahaman dan kebiasaan sehari hari.
Contoh diskriminasi :
Senior membully junior disebabkan oleh iri atau rasa tidak suka terhadap orang lain sehingga terjadinya penindasan yang merugikan orang lain. Dan membuat efek depresi bagi orang yang di bully.
3. Etnosentrisme
Adalah sikap merasa pandangan atau budaya sendiri lebih baik dibandingkan budaya lain. Sehingga cenderung memandang rendah budaya lain
Adalah sikap merasa pandangan atau budaya sendiri lebih baik dibandingkan budaya lain. Sehingga cenderung memandang rendah budaya lain
Contoh Etnosentrisme
Di Desa Trunyan, bali. Jenazah tidak dikubur atau dikremasi seperti yang umumnya terjadi di wilayah lainnya, masyarakat Desa Trunyan menyimpan jenazah kerabatnya yang telah meninggal di atas tanah, dengan ditutupi kain dan bambu yang disusun membentuk prisma. Masyarakat desa Trunyan menamakan upacara pemakamannya dengan istilah Mepasah.
Jenazah tersebut diletakan di antara pohon Taru Menyan, taru berarti pohon dan menyan berarti harum. Kiranya, aroma yang keluar dari pohon taru menyan inilah yang dapat menetralisir udara di sekitarnya. Pohon yang mengeluarkan aroma khas yang kuat tersebut hanya dapat tumbuh di daerah ini, meskipun telah dicoba ditanam di daerah lain. Keunikan pohon ini agaknya telah menjadi cikal bakal nama desa Trunyan.
Di Desa Trunyan, bali. Jenazah tidak dikubur atau dikremasi seperti yang umumnya terjadi di wilayah lainnya, masyarakat Desa Trunyan menyimpan jenazah kerabatnya yang telah meninggal di atas tanah, dengan ditutupi kain dan bambu yang disusun membentuk prisma. Masyarakat desa Trunyan menamakan upacara pemakamannya dengan istilah Mepasah.
Jenazah tersebut diletakan di antara pohon Taru Menyan, taru berarti pohon dan menyan berarti harum. Kiranya, aroma yang keluar dari pohon taru menyan inilah yang dapat menetralisir udara di sekitarnya. Pohon yang mengeluarkan aroma khas yang kuat tersebut hanya dapat tumbuh di daerah ini, meskipun telah dicoba ditanam di daerah lain. Keunikan pohon ini agaknya telah menjadi cikal bakal nama desa Trunyan.
Cara menyikapi :
Sebagai mahasiswa kita harus lebih memahami bahwa kita sebagai makhluk sosial harus saling bersosialisasi satu sama lain dan juga lingkungan sekitar.
Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan :
Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan :
- Hindari membuat assumsi. Dilakukan dengan cara tidak berasumsi bahwa orang lain akan bertindak sesuai pola fikir pribadi.
- Hindari menghakimi. Dilakukan dengan cara tidak menghakimi perbuatan orang lain yang dilakukan dengan cara berbeda dengan perbuatannya dan mengaggap perbuatan orang lain tersebut adalah sesuatu yang salah.
- Akui adanya perbedaan. Jangan menganggap perbedaan-perbedaan antara budaya orang lain dengan budayanya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar